Belajar Cinta dan Ilmu dari Quba

Karena sekadar cinta kepada Allah dan RasulNya saja tidaklah pernah cukup. Harus ada ilmu yang menggenapkannya.  Agenda dari jamaah umrah Abu Tour pemberangkatan tanggal 22 April, masih berkutat di kota bersejarah, Kota Madinah Al Munawwarah. Dan yang menjadi agenda di hari kedua kami adalah kunjungan luar atau City Tour. 248 jamaah dibagi ke dalam enam bus, dan memulai City Tour tepat pukul 8 pagi. City Tour kami dimulai dengan mengunjungi Masjid Quba, yaitu masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam. Masjid ini termasuk salah satu dari masjid istimewa yang disebutkan oleh Rasulullah, dimana beliau bersabda Barang siapa yang bersuci dari … Lanjutkan membaca Belajar Cinta dan Ilmu dari Quba

Aku, bukan sang Bujang.

Alas kakiku pun mencibir tertawa sinis pagi tadi. Di usia 42 tahun, aku bukan sang bujang, tapi masih dimarahi oleh emak. Aku memang bukan sang bujang. Tak lagi bujang. dengan catatan dua kali pernikahan. Aku bukan sang bujang, memiliki seorang istri, tapi ia tak dirumah saat itu, saat ini, dan sudah beberapa hari ini, dan hampir dipastikan tidak akan berada di rumah dan di kamar kami sampai beberapa bulan ke depan (kuharap tidak lebih dari dua bulan). Aku bukan sang bujang, tapi aku belum memiliki anak. (kupakai kosa kata ‘belum’, karena Alhamdulillah sampai saat ini saya dan istri masih optimis … Lanjutkan membaca Aku, bukan sang Bujang.

Perubahan Perempuan

Penyelesaian yang lama. Saya pernah (selalu) membuat secangkir kopi atau lebih untuk menikmati malam dan selalu menikmati sisanya yang tidak hangat di pagi hari. Saya pernah (selalu) berteman akrab dengan udara yang berlari kencang atau melawan udara dengan kecepatan laju motor di atas rata-rata. Kemudian melepaskan gasnya dan menikmati angin sambil berdiri dan berteriak, tanpa beban dan tanpa seorang pun yang melarang. Kita merdeka pada waktunya.. Kemudian tidak merdeka, dan kembali meraih merdeka dalam makna yang berbeda. Selayaknya, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tidak akan ada yang bertahan dalam keadaan yang sama dalam waktu yang lama. Pelangi muncul sehari sebelum kita … Lanjutkan membaca Perubahan Perempuan

Merayakan Kesombongan

Sejak kapan kita bangga pada diam, tak saling menyapa, lantas menyapa tapi dengan nada yang tak lumrah selama ini. Sejak kapan kita bangga dengan kata sombong atau sifat sombong? hm, mungkin sejak kita mengenal rupiah yang bisa kita kantongi sendiri tanpa menengadah tangan terlebih dahulu pada seseorang yang tubuhnya lebih tinggi, atau ketika kita menengadahkan tangan, kepala pun ikut menengadah ke atas mencari wajah yang pasti, wajah yang ingin memberi.. Selamat berusaha, selamat merayakan rasa, rasa yang dalam bahasa kamus kutemukan arti dari diam ini adalah sombong.. Sampai pagi menggantikan pagi berikutnya, kita tidak akan pernah sanggup mengadili rasa, rasa … Lanjutkan membaca Merayakan Kesombongan

Meletakkan Kaleng Kosong.

Meletakkan Keleng Kosong  Sesaat setelah tegukan terakhir dari kopi kaleng yang sengaja kubeli pagi tadi. Kupikir aku akan sangat lelah hari ini, aku akan dikuasai ngatuk namun beberapa hal memaksaku untuk tetap membuka mata. Pukul 14:12 kuletakkan kaleng kosong di atas meja, tepat di atas meja yang tak seorang pun memperhatikan keberadaannya. Akankah dia menjadi saksi kemenangan siang ini, atau saksi kekalahan, atau menjadi saksi dari kebohongan. Atau sekadar menertawai keberadaannya yang tak seorang pun tahu, bahwa ia ada, menyaksikan wajah-wajah yang hadir palsu dengan slogan optimis. Yah, siang ini tetap terlalu panas, tapi tetap menjadi terlalu dingin untuk kata … Lanjutkan membaca Meletakkan Kaleng Kosong.

Aku yang tidak selesai dengan diriku sendiri.

Kamis pagi. Renungan panjang itu banyak, tapi sejauh apa renungan kemudian membuat kita berani bersuara. Sebab renungan hanya berani sampai pada kata diam, kemudian diam, dan diam yang panjang. Maka mari bersuara, bukankah ini adalah Jalan Tuhan? Kenapa kamu terlalu takut, wahai perempuanku… Apakah karena perempuan diciptakan dengan rasa takut yang lebih besar dari lawan jenisnya? Atau karena perempuan hadir dengan khawatir yang banyak? Atau karena memang kamu bukan perempuan pemberani? Kita masih bisa melatih rasa dan berani dari secangkir kopi, susunan gelang-gelang hitam di lengan, bahkan melatihnya dengan istighfar dan tasbih yang banyak… Aku yang tidak selesai dengan diriku … Lanjutkan membaca Aku yang tidak selesai dengan diriku sendiri.