Nendenk, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas, angkatan ’07. Calist07, Kosmik Unhas.
Aktif di organisasi Kosmik, Staf humas Kammi Komsat Unhas, Koord. Humas FLP ranting Unhas, dan bergabung di UKM Fotografi Unhas (tapi kurang aktif).
Lahir di Sidodadi, 15 July, beberapa tahun silam. Bungsu dari 10 bersaudara.
Menulis tentang diriku, oleh diriku, untuk diriku.
Sebelumnya aku pernah mencoba menulis tentang diriku, namun tak pernah berhasil rampung. Kali ini akan kucoba kembali, sekalipun aku yakin menulis tentang diriku pun tak akan pernah mampu untuk menjadi sempurnah, karena diriku terlalu istimewa untuk disempurnakan melalui tulisan. Hehe ![]()
Kembali pada tema tulisan, tentang Aku, tentang seorang perempuan nd.
Rasdiyanah. Lebih familiar dengan nama Nendenk atau nd. Mahasiswi Ilmu Komunikasi Unhas semester lima. Mengambil program studi Jurnalistik. Lebih tepatnya ingin menjadi jurnalis handal di bidangnya, dan mampu keliling dunia dengan kemampuan jurnalistiknya. Itu salah satu mimpiku. Menjadi wartawan, dan memiliki pengalaman meliput di seluruh Indonesia dan karena pengalaman dan kemampuannnya menjadikannya wartawan yang dipercaya untuk meliput di luar Indonesia, Luar Negeri. I’m Coming… Subhanallah… Amien ya Rabbal ‘alamin.
Aktif di berbagai organisasi kampus, sehingga sekarang nd menjadi aktifis kampus sekaligus menjadi aktifis dakwah kampus. Di semua organisasi yang kumasuki yang paling mewadahi adalah KOSMIK yang merupakan singkatan dari Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi. Kosmik sendiri telah berdiri di Unhas sejak 1989, dan berdiri dengan status keanggotaan selama-lamanya setelah memenuhi dua pengkaderan sakralnya yaitu Nurani dan Figur. Saya Sendiri masuk di Komunikasi Unhas pada tahun 2006, namun keluar pada tahun itu juga, dan masuk lagi pada tahun 2007. Di Kosmik sendiri saya aktif diberbagai biro, kelompok pengembangan dan klub yang mewadahi mahasiswa ilmu komunikasi Unhas untuk belajar maju di berbagai bidang ilmu komunikasi. Aktif dan pasif di KiFo (Klub Kine dan Fotografi), Biro Penerbitan BaruGa, CSC, dll. Yang jelas sangat besar usahaku untuk memasuki dan mengikuti setiap pelatihan biro-biro yang ada di Kosmik. Selalu berusaha aktif di biro apapun di Kosmik, sakalipun secara sadar saya tahu bahwa saya tidak memiliki banyak kemampuan untuk itu. Aku tahu kekuranganku, dan aku menyikapinya dengan melakukan hal ini. Apakah ini benar??? Allahu a’lam. Namun aku selalu percaya bahwa tidak akan pernah ada yang sia-sia di dunia ini.
Di Kosmik ada keluarga baru, Keluarga Kosmik yang selalu mendengung-dengungkan asas kebersamaan dan kekeluargaan. “Kosmik, tidak akan pernah meninggalkan temannya”, itu yang kutahu. Di Kosmik terbagi lagi keluarga baruku, yaitu Keluarga kecil yang bernama Calist07, nama angkatan 2007 Ilmu Komunikasi Unhas. Di sini ada keluarga kecil yang awalnya berjumlah 75 orang. Tapi sekarang jumlahnya tidak kurang dari 70 orang. Banyak yang tersisih oleh pilihan yang lebih baik untuk masa depan, atau melilih meninggalkan Kosmik, dan yang paling menyedihkan ada yang pergi untuk selama-lamanya (Yei, Selamat Jalan…). Selain Calist07, ada juga rumah kecil BaruGa yang berisi keluarga kecil yang menghuni biro penerbitan BaruGa. Di sini ada k’Dharma, k’Dwi, k’Emma, Abang, k’Echi, k’Ridho,k’Riza, de.el.el. BaruGa adalah nama majalah Kosmik yang terbit sekali dalam setahun. Di BaruGa lah paling banyak saya mengambil, mendapat dan mempraktekkan jurnalistik. Semoga kelak dari rumah kecil ini lahir seorang wartawan handal bernama Nendenk. Amien… Ya Rabbal ‘alamin…
Selain di Kosmik, aktif di organisasi kepenulisan FLP, yaitu Forum Lingkar Pena. Sebuah Forum berasaskan islam dan dakwah yang mewadahi penulis, calon penulis, atau bukan penulis yang jelas punya kemauan untuk menulis. Di FLP lah tempatnya . sekali lagi aku mengenal kekuranganku. Aku adalah orang yang paling tidak pandai dalam menulis, makanya keinginan untuk pandai meulis itu ada maka bergabunglah saya dengan organisasi ini. Sekarang saya aktif di FLP ranting Unhas yang di kepalai oleh Fitrawan umar, seorang penulis handal di Unhas. Menjadi Koordinator divisi Humas, duduk di posisi ini pun rasanya kurang pantas. Saya belum bisa menghasilkan tulisan apapun, bahkan memunculkannya di media pun saya belum berhasil sampai saat ini. Padahal sudah satu tahun lebih terhitung sejak saya ikut TOR FLP Wilayah Sulsel. Saya punya keinginan besar untuk menjadi penulis, tahun ini aku berani bermimpi untuk menjadi penulis ternama. aku ingin menjadi penulis yang memiliki nama. Tahun ini aku ingin tulisanku terbit di media nasional, Di KOMPAS. Amien… ya Rabbal ‘alamin.
Masuk di FLP, mungkin adalah peristiwa yang tidak disengaja. Pada saat itu libur semester dan keputusan ikut TOR pun tiba-tiba. Perasaan sakit hatiku mendesakku untuk keluar dari penjara pikiranku. (haha… lucu juga mengingat peristiwa ini, saya seperti anak kecil yang baru saja kehilangan mainannya.) Makanya sampai saat ini, saya merasa sangat berhutang budi dengan FLP, karena ia mampu menghilangkan perasaan sakit hatiku dan mampu mengeluarkanku dari penjara pikiranku yang dikuasai oleh sakit dan benci (pada saat itu). Sedihku, sakit hatiku, atau atas nama apapun perasaan tidak enak itu hadir, semua hilang di lokasi TOR, berubah menjadi dunia baru yang ditawarkan oleh FLP. Aku masih ingat ketika mobil pete-pete melaju ke lokasi TOR III FLP Wil. Sulsel, Aku menangis dengan suara tertahan, menatap kenangan yang penuh harapan hampa yang dibunuhnya dengan sadis dengan kedua tangannya sendiri. “Aku rindu tertawa hari ini, bahkan walau hanya untuk tersenyum sekalipun”.
03 Jan ’10. To BE Continued…
Tentang Kammi,